Berlangganan

Rupiah Mulai Mengkhawatirkan, Saatnya Menggairahkan Produksi Domestik

....

Kang Jum - Sudah lebih beberapa bulan ini kurs mata uang tidak lagi enak untuk dipandang sebagai orang umum, apalagi jika kita dari kalangan pengusaha pastilah menjadi dilema. Gelombang PHK massal tak akan terhindarkan untuk menghindari resiko kebangkrutan dini. Dan anggaran ketat untuk semua pengeluaran non primer seperti belanja kebutuhan di luar bahan baku produksi.

Sinyal keterpurukan mata uang lokal sudah ada sejak makin turunnya tingkat ekspor kita ke berbagai tujuan negara seperti halnya sentimen negatif global mulai dari krisi Yunani sampai penurunan bursa saham Tiongkok yang sampai 30 persen. Hal ini sangat memukul kemampuan ekspor kita karenaChina adalah tujuan ekspor terbesar kita disusul Jepang dan negara lain di Eropa.

Melamhany Rupiah semakin menjadi jadi saat banyak perusahaan dalam negeri rame rame harus membayar utang yang jatuh tempo dan kita tahu dari mana utang itu didapat. pastilah dari luar negeri yang wajib dibayar dengan mata uang dollar sehingga mata uang Paman sam ini menjadi langka dipasaran dan memicu kenaikan yang luar biasa.

Apalagi ditambah lagi dengan utang negara yang jatuh tempo bersamaan utang perusahaan swasta maka sudah pasti melambungkan mata uang dollar yang saat ini di level 13.900 maka bukan hal mustahil jika akan tembus di angka Rp 15.000.

Dan pemerintah masih menganggap kita lebih baik dibandingkan negara lain , seperti perbandingan dengan negara Zimbabwe yang sepihakdan tidak masuk akal. Dan ketika Rupiah terperosok sudah terlalu dalam baru saling menyalahkan antara swasta dan pemerintah. Padahal kita tahu bahwa rakyat kecillah yang paling menderita.

Namun ada sedikit harapan ketika Indonesia menjadi negara dengan populasi blogger terbanyak didunia dan menjadi Publisher Adsense terbanyak , maka sudah pasti sumbangsih terbesarnya adalah mampu menarik mata uang dollar kedalam negeri melalui pembayaran Adsense. Jadi bukan sekedar ngeblog tanpa ada jiwa nasionalisme.

Faktor eksternal lagi lagi menjadi kambing hitam penyebab turunnya nilai rupiah padahal jika pondasi eknomi kita kuat dan berbasis ekonomi kerakyatan serta kemandirian produksi, semua itu takkan mempan menggerus cadangan devisa negara. Percuma saja pemerintah melakukan langkah ketat terhadap Surat Utang Negara (SUN) dan Surat Berharga Indonesia (SBI) kalau kebijakan keuangan dan eknomi tidak pro rakyat. Justru kedua produk pemerintah akan menjadi bumerang di masa depan nanti.

Saatnya untuk kerja sungguh sungguh tidak hanya sekedar slogan , karena rakyat butuh bukti nyata bukan sekedar sweet lip saja. Rakyat tidak akan kenyang tanpa makan. Saatnya untuk berpikir realistis bagaiman negeri ini akan di nahkodai dan berlabuh.

Iklan Baris

Taksi Online Kudus
Siap mengantar anda sampai tujuan dengan aman dan nyaman
http://TaksiKudus.com

Properti Kudus
Cari Tanah kapling,Rumah minimalis atau kos kosan di kota Kudus
PropertiKudus.com

Doodle Art Market
Mau jual doodle cantik hasil kreasimu?
Doodle Art Planet

Pasang Iklan Baris
Pasang Iklan Baris Murah Meriah 25.000/Bulan
KangJum.com

Ads by Kangjum.com