Searching...

Rupiah Masih Tertekan, Di Perkirakan Tembus Rp 13.400/Dollar Amerika

June 02, 2015
.....
Sepanjang akhir bulan dan awal bulan ini pergerakan Rupiah melemah dan itu menjadi indikasi semakin mendekati angka psikologis 13.400 seperti banyak di khawatirkan pelaku ekonomi, palagi data rilis Amerika yang kemungkinan besar di bulan Juni ini Janet Yellen akan menaikan tingkat suku bunga Bank Of Amerika.

Kenaikan Dollar dipicu juga oleh melemahnya laju Euro dalam perdagangan kemarin di akhir bulan. ditambah lagi dengan krisi Yunaniyang belum jelas penyelesaian masalah hutangnya.

Sedangkan sentimen dari dalam negeri lebih banyak membuat Rupiah melemah, dengan inflasi yang cukup membuat tertekan.

Kenaikan justru terjadi pada BBM dan juga upah ketenga kerjaan yang menyumbang laju inflasi pada bulan Mei tercatat sebagai laju inflasi tertinggi selama lima tahun terakhir. Apalagi dengan datangya bulan Suci Ramadhan yang sering membawa dampak cukup signifikan terhadap laju inflasi yang menggerus kekuatan Rupiah.

BPS mencatat inflasi bulan ini naik 0,14 persen menjadi 0,5 persen sehingga wajar rupiah tidak bergerak terhadap mata uang kuta didunia.

Realisasi inflasi IHK pada Mei 2015 tersebut berada di atas perkiraan Bank Indonesia dan di atas rata-rata inflasi historis pada bulan Mei dalam enam tahun terakhir
Dan peningkatan inflasi volatile food terutama terjadi pada komoditas aneka cabai, daging dan telur ayam ras, bawang merah, dan bawang putih. Tekanan harga pada komoditas tersebut lebih tinggi dari penurunan harga beras yang menyumbang deflasi sebesar 0,04%.

Selain itu, tekanan inflasi juga terjadi pada kelompok harga barang yang dikendalikan oleh pemerintah (administered prices), terutama didorong oleh kenaikan tarif listrik dan tarif angkutan udara.

Namun, tekanan inflasi inti masih terjaga di level yang cukup rendah, yakni sebesar 0,23% (mtm), sejalan dengan kegiatan perekonomian domestik yang cenderung tumbuh moderat dan ekspektasi inflasi yang terkendali.

Dengan masih tertekannya Rupiah terhadap Dollar Amerika membuat semua harga barang dan produk jadi dengan orientasi impor mengalamai kenaikan dan memaksa pembeli mengeluarkan uang lebih banyak dari sebelumnya, dan wajib ada tindakan untuk mengatasi keperkasaan dollar terhadap mata uang kita.
Share This:
Artikel Terkait

0 comments:

Post a Comment

Dilarang nyepam, Apalagi nulis URL atau promosi di kolom komentar