Searching...

Wall Street Terjungkal Setelah Saham China Mencetak Rekor

April 18, 2015




Peraturan terbaru perdagangan China membuat saham The S & P 500 membukukan kerugian terbesar dalam persentase sejak 25 Maret pada hari Jumat. hal ini dikarenakan investor menghindari risiko lebih dalam lagi, ditambah lagi kekhawatiran Yunani kehabisan stok uang serta rilis data perusahaan AS.

Badan regulasi sekuritas China memperingatkan kepada investor agarhati hati karena saham China sedang mencapai level tertingginya dalam tujuh tahun. Indeks keuangan S & P turun 1,3 persen, dengan saham komponen Dow American Express jatuh 4,4 persen menjadi USD77,32 setelah pendapatan meleset dari perkiraan analis, sebagian karena dampak mata uang.

Dow dan S & P 500 keduanya sudah mengalami dua minggu keuntungan. Untuk minggu ini, Dow turun 1,3 persen, S & P 500 turun 1 persen dan Nasdaq turun 1,3 persen.

Pelaku pasar juga khawatir Yunani bisa meninggalkan zona euro seperti mencoba untuk mereformasi ekonomi dan kesepakatan dengan utang berat. Yunani membantah laporan yang dibutuhkan untuk memanfaatkan cadangan kas yang tersisa untuk memenuhi pembayaran gaji.

Hal ini juga berpengaruh terhadap IHSG yang bergerak lambat bahkan terkesan maju setengah langkah saja, sehingga ada kekhawatiran berantai terhadap perilaku aksi ambil untung. Saham-saham di Amerika Serikat (AS) berakhir negatif karena kekhawatiran investor tentang laporan keuangan perusahaan dan melonjaknya tiga saham yang mencatatkan saham perdana (IPO) di Wall Street.

Hari Jumat kemarin , rencananya Apple dan General Electric akan mengumumkan laporan keuangan kuartal sebelum memulai perdagangan.