Searching...

Bangsa Sumeria, Legenda Bangsa Langit

February 22, 2015
Entah kepaa beberapa hari ini Kang Jum  kembali ke ingatan masa lalu, dimana saat masih sekolah sangat menyukai pelajaran sejarah. Bahkan saking sukanya membuat nilai pelajaran ini sempurna yaitu 10 pada ujian Nasional. Mungkin benar juga kenapa seseprang menyukai sejarah masa lalu karena mengingat kejayaan dan juga penguasaan teknologi di masa lampau dan membandingkan di masa sekarang. Banyak sekali pertanyaan dalam benak saya ,kenapa bangsa bangsa kuno di belahan dunia manapun selalu membuat takjub ilmu pengetahuan masa kini? Entahlah/

Sumeria adalah sebuah peradaban umat Manusia tertua di Dunia yang terletak di wilayah Timur Tengah tercatat dalam sejarah (sekitar 3.500 - 2.300 tahun SM)  bangsa Sumeria berada di wilayah kota negara Mesopotamia kuno (Irak Tenggara) dari catatan terawal abad ke-4 SM sampai munculnya Babilonia pada abad ke-3 SM. Mereka telah mengenal bercocok tanam dan sudah memiliki sistem pengairan. Bangunan-bangunan mereka dibuat dari lumpur. Mereka juga menganut agama Politheisme (lebih dari satu tuhan/dewa).


Bangsa Sumeria sering disebut sebagai ‘peradaban yang muncul secara tiba-tiba’. Ini karena memang kebudayaannya yang tiba-tiba muncul pada tahun 5000 SM tanpa adanya proses evolusi, seperti halnya berbagai kebudayaan dunia yang lain. Dalam berbagai buku sejarahyang saya baca sejak SD sampai SMA dulu, bangsa Sumeria selalu disebut sebagai kebudayaan manusia yang tertua, terletak di antara sungai Euphrat dan Tigris, Mesopotamia (sekarang menjadi wilayah negara Irak). Dalam waktu yang relatif singkat, kebudayaan bangsa Sumeria berkembang menjadi kebudayaan maju, yang menguasai ilmu matematika, sains, astrologi, arsitektur, agrikultur, dan diakui menjadi penemu roda, persenjataan militeristik, dan yang terpenting adalah sistem penulisan pertama di dunia. Bagaimana kebudayaan yang paling kuno dan primitif dapat memiliki pengetahuan semaju itu? Apabila ditelusuri lagi, kebudayaan-kebudayaan yang muncul sesudah itu hanya dapat mengadopsi sebagian-sebagian saja dari seluruh kebudayaan bangsa Sumeria tadi.


 Peninggalan Bangsa Sumeria

Peradaban bangsa Sumeria yang telah tinggi dapat diketahui melalui peninggalan budayanya sebagai berikut.
a.      Bangunan
Bangsa Sumeria, Antara Legenda Dan Realitas

Pada umumnya ditemukan kuil untuk pemujaan yang disebut ziggurat. Ziggurat berasal dari kata zagaru yang artinya bangunan tinggi seperti gunung karena merupakan menara bertingkat yang makin lama makin kecil. Pada masing-masing puncak zigurat berdiri kuil atau tempat suci sebagai tempat pemimpin dewa atau dewa-dewa kota. Para pemimpin tinggal di tempat yang sangan bagus dengan halaman gedung yang luas. Sementara itu, masyarakat pada umumnya tinggal di rumah-rumah kecil yang terkumpul dan hanya mempunyai jalan dan lorong-lorong ayng sempit. Para tukang batu yang praktek berdagang, sama seperti tukang tenun atau tukang kayu, tinggal dan bekerja di jalan yang sama. These shop-lined streets formed a bazaar, the ancestor of today's shopping mall. Toko-toko dipinggiran jalan inilah yang membentuk bazar, sebagai cikal bakal yang sekarang disebut dengan mall.

b.      Tulisan
Bangsa Sumeria, Antara Legenda Dan Realitas

Pada sekitar tahun 3200 SM Bangsa Sumeria diketahui sudah mengenal tulisan. Tulisan tersebut sering disebut dengan Cuneiform Writing atau tulisan paku. yaitu sistem tulisan yang kira-kira sejaman dengan hieroglyphics yang merupakan hasil kebudayaan masyarakat Mesir kuno. Orang-orang Sumeria menggunakan alat yang ditunjukkan secara jelas, yang disebut dengan stylus, untuk menuliskan karakter-karakter yang terbentuk dari penggalan kecil pada lempengan tanah liat yang lembut, yang kemudian diperkeras dengan membakarnya.
Membaca dan menulis tulisan Cuneiform adalah sulit, karena alpabhetnya terdiri dari 550 karakter. Para ahli menulis tuliasan Sumeria harus melelui beberapa tahun pendidikan dengan tekun untuk mendapatkan kemahiran. Namun demikian, Cuneiform digunakan secara luas di Timur Tengah selama ratusan tahun.

c.       Pengetahuan dan sastra
Bangsa Sumeria memberikan sumbangan yang penting bagi dunia dalam bidang matematika. Mereka mengembangkan hitungan dengan dasar 60 (disebut sixagesimal) Penemuan mereka tentang hitungan lingkaran adalah 360o, satu jam adalah 60 menit, 1 menit adalah 60 detik masih kita gunakan sampai sekarang. Pengetahuan di atas menjadi dasar untuk penghitungan waktu untuk satu hari adalah 24 jam, satu bulan adalah 30 hari, satu tahun adalah 12 bulan. Penghitungan waktu disebut dengan sistem penanggalan yang nanti dikembangkan oleh bangsa Babilonia. Penghitungan kalender Babilonia berdasarkan pada peredaran Bulan (disebut sistem lunar atau kalender Komariah).
Bangsa Sumeria, Antara Legenda Dan Realitas



d. Orang Sumeria sebagian besar hidup sebagai petani, tetapi mereka tidak memiliki tanah sendiri. Mereka mengerjakan tanah milik para pendeta, bangsawan, dan raja. Ketiga kelompok tersebut merupakan tuan tanah. Hal ini mengakibatkan para petani menggantungkan hidupnya pada tuan-tuan tanah. Mereka juga telah mengenal irigasi yang teratur. Pemupukan juga dilakukan dengan baik, sehingga hasil pertaniannya baik. Hasil pertanian Sumeria adalah gandum dan sayur-sayuran. Perdagangan juga berjalan dengan baik. Semula dengan ksistem barter, kemudian berkembang menjadi sistem penggunaan uang sebagai alat tukar. Uang yang digunakan terbuat dari logam mulia. Hal ini menunjukkan kemakmuran bangsa Sumeria. Barang-barang yang diperdagangkan adalah wol, perak, sayur-sayuran, gandum, minyak, mutiara, dan domba
Bangsa Sumeria, Antara Legenda Dan Realitas


Di samping itu orang-orang Sumeria juga sudah mengembangkan sastra. Syair orang-orang Sumeria yang berbentuk cerita, yang sering disebut dengan The Epic of Gilgamesh, adalah satu karya yang tertua dari bentuk sastra di dunia ini. Syair kepahlawanan ini adalah koleksi cerita tentang seorang pahlawan yang disebut Gilgamesh. Satu dari perjalanan Gilgamesh di dunia adalah mencari keabadian hidup. Dalam perjalanannya, dia menemukan satu orang yang selamat dari banjir yang besar yang merusak dunia. Dalam akhir cerita, Gilgamesh telah belajar kebenaran yang terbesar tentang keseluruhannya, bahwa pahlawan pasti mati karena pertempuran, dan membutuhkan peranakan keledai untuk membawa barang-barang.
Bangsa Sumeria, Antara Legenda Dan Realitas


Yang menarik untuk dibaca setiap sejarah adalah hasil budaya yang masih bisa kita nikmati sampai saat ini dan mencoba membayangkan kehidupan mereka di msa lalu, Bahkan jika ada mesin waktu yang bisa membawaku ke masa itu mungkin bisa merasakan kehidupan yang dialamipenduduknya kala itu.
Di Sarikan dari berbagai sumber. Baca juga
Keindahan Petra, Kota Masa Lampau Di Jordania
Share This:
Artikel Terkait

0 comments:

Post a Comment

Dilarang nyepam, Apalagi nulis URL atau promosi di kolom komentar

Iklan Baris

Taksi Online Kudus
Siap mengantar anda sampai tujuan dengan aman dan nyaman
http://TaksiKudus.com

Properti Kudus
Cari Tanah kapling,Rumah minimalis atau kos kosan di kota Kudus
PropertiKudus.com

Doodle Art Market
Mau jual doodle cantik hasil kreasimu?
Doodle Art Planet

Pasang Iklan Baris
Pasang Iklan Baris Murah Meriah 25.000/Bulan
KangJum.com

Ads by Kangjum.com