Cara Memilih Template Responsive Untuk Blog Adsense

                       Jamannya seluler maka sudah waktunya kita juga menggunakan template yang bisa tampil di semua browser pengunjung. Hal ini memungkinkan kehilangan penghasilan dari sektor pengunjung seluler bisa ditekan. Karena fakta berbicara dengan jelas kalau sekarang hampir 60% pengunjung internet beralih ke versi seluler. Bisa dibayangkan potensi penghasilan anda kan?

Untuk memilih template responsive bukan hal mudah jika tujuan kahirnya menaikkan penghasilan Adsense, hal ini butuh bongkar pasang template sampai ketemu template responsive yang tepat dengan keinginan pengunjung, kenapa untuk pengunjung? ya saya rasa sudah tahu semua.
Berdasarkan pengalaman sendiri , butuh 2 sampai 3 kali lebih bongkar pasang template responsive untuk blog Adsense, dan ini tipsnya;

1. SEO Friendly
Ini sebenarnya mutlak anda terapkan agar blog bisa bersaing di mesin pencari. Dan ada banyak sekali template responsive yang seo friendly. Tinggal ketik di google search pasti ketemu.

2. Simple
Ingat pengunjung lebih suka blog dengan desain simple dan tidak membingungkan, jadi navigasi yang mudah, warna template yang bersahabat dengan mata akan sangat membantu menaikkan penghasilan anda tiap bulan. dan ini sudah saya buktikan.

Selain itu dengan berkembangnya sebuah blog kita wajib berinteraksi dengan pengunjung , baik melalu kolom komentar maupun dengan email yang masuk untuk jawaban yang ditunggu oleh pengunjung. Tidak bisa dalam waktu singkat tetapi jika anda menerapkan teknik ini , saya yakin dalam waktu satu minggu pengunjung akan naik dan diikuti dengan naiknya penghasilan anda tiap bulan.
Jangan pernah berhenti bereksperimen dengan blog untuk menuju yang lebih baik. selamat mencoba.
Read more »»  

Evolusi Jilbab Dalam Dunia Fashion

                        Lama tak menyentuh blog ini setelah sibuk dengan tugas dalam pemilihan legislatif kemarin. Setelah semua rampung nampaknya saya juga merasa sedikit jenuh dengan membahas dunia Google Adsense. Dan saya juga yakin tips di blog ini juga sudah ada di blog lainn, jadi untuk menyegarkan artikel di blog ini mencoba membahas evolusi jilbab dalam dunia fashion yang mana sering terlihat seperti terlalu cepat berjalan mengikuti mode sehingga sedikit keluar dari jalur fashion itu sendiri. memang pada awalnya jilbab dipakai wanita untuk menutup aurat yang diwajibkan bagi muslim perempuan , yang hanya boleh terlihat bagian wajah dan kedua telapak tangan saja. Namun dengan evolusi jilbab sekarang ada perubahan yang mendasar. 

Di Indonesia, jilbab memiliki sejarah panjang. Sebelum ada jilbab, ada istilah kerudung, tudung, ciput, kudung (setidaknya di Jawa Barat). Sekarang meskipun istilah itu masih dikenal, tapi seringkali diembel-embeli dengan sesuatu model fashion yang baru, misalnya ciput ninja (silahkan berimajinasi sendiri seperti apa bentuknya). Meskipun nama dan istilahnya banyak, dan berbeda-beda, jilbab sebagai penutup kepala (veiling) sudah dipakai perempuan Muslim Nusantara sejak berabad-abad yang silam. Mungkin sejak awal masyarakat Nusantara mengenal Islam. Akan tetapi apa model pakaiannya, dan bagaimana ia dimaknai, masih samar-samar; perlu banyak riset dilakukan untuk menjelaskan sejarah dan nilai kesejarahan jilbab sebagai bagian yang tidak terpisahkan budaya Islam di Indonesia. Sejumlah studi yang dilakukan pada masa kolonial bisa menguak tabir itu, dan beberapa foto pada jaman Belanda bisa memperkuat sejumlah asumsi tentang jilbab dan budaya menutup kepala.

Kang Jum dot com
Bagi perempuan NU dan Muhammadiyah, pemakaian kerudung atau jilbab merupakan wujud pengamalan ajaran Islam tentang ’menutup aurat’ yang mereka dapatkan dari orang tua maupun sekolah/pesantren.  Mereka meyakini bahwa gaya berbusana dan berjilbab harus mencirikan budaya Islam Indonesia.

Namun semua terserah pada pemakainya, karena jilbab sudah menjadi identik dengan gaya busana Muslim tidak saja di Indonesia tetapi sudah pada belahan dunia Barat sekalipun.
Read more »»  

Satu Suara Satu Harapan

                 Saatnya untuk menentukan pilihan ketika kita sudah tahu kewajiban dan juga berpartisipasi dalam pesta demokrasi di negeri tercinta ini. Pemilihan Umum Legislatif 2014 tinggal menghitung hari. Pada 9 April nanti, 186 juta penduduk Indonesia akan menggunakan hak pilihnya. Termasuksaya yang mempunyai hak pilih sesuai hati nurani. Dengan memilih wakil kita sedikit banyak masa depan sudah kita tentukan dari sekarang walaupun banyak yang pesimis .

Ada 185.822.507 jiwa pemilih tetap Februari 2014, kemudian bertambah menjadi 186.569.233 jiwa per 24 Maret 2014, dengan 2,1 juta pemilih di luar negeri.

Ada 93.418.119 jumlah pemilih laki-laki per 24 Maret 2014 dan 93.151.087 jumlah pemilih perempuan per 24 Maret 2014.

Ada 900.000 lebih jiwa daftar pemilih khusus pada Akhir Maret 2014.

Ada 200 ribu calon anggota legislatif, 19.699 total kursi yang diperebutkan secara nasional; 560 kursi  DPR,  132 kursi DPD, 2.112 kursi DPRD Provinsi, 16.895 kursi DPRD kabupaten/kota.

Ada 2.471 total daerah pemilihan secara nasional, 77 daerah pemilihan DPR, 33 daerah pemilihan DPD, 259 daerah pemilihan DPRD Provinsi, 2.102 daerah pemilihan DPRD kabupaten/kota.

Ada 546.278 tempat pemungutan suara di dalam negeri dengan 3.823.946 petugas TPS, 1.092.556 petugas perlindungan masyarakat, dan 130 titik penyelenggaraan pemilu di luar negeri

Bagi wartawan asing dan pengamat pemilu internasional, pemilu legislatif Indonesia merupakan pemilu paling kompleks di dunia. Beberapa media internasional pernah mengulas soal ini panjang lebar setelah mengikuti Pemilu 2004.

Padahal pemilu sesudahnya, situasinya jauh lebih rumit. Jika Pemilu 1999 menggunakan sistem proporsional daftar tertutup, Pemilu 2004 menggunakan sistem setengah terbuka, sejak Pemilu 2009 kita menggunakan sistem proporsional terbuka.

Dalam proporsional daftar tertutup, pemilih hanya diperkenankan memilih partai, sehingga meskipun Pemilu 1999 diikuti 48 partai politik, pemilih bisa mengidentifikasi dengan cepat pilihannya. Kali itu sesungguhnya pemilih menghadapi 144 pilihan untuk memilih tiga lembaga (DPR, DPRD provinsi, dan DPRD kabupaten/kota).

Demikianlah, jika Pemilu 2004 saja disebut orang asing sebagai pemilu paling rumit di dunia, maka Pemilu 2014 takkan terkejar oleh oleh praktik pemilu di belahan dunia lain. Bahkan jika di akhirat nanti ada pemilu, maka pemilu kita merupakan pemilu paling rumit di dunia dan di akhirat.

Kira kira seperti ini juga postingan saya tentang pemilu yang cukup membingungkan bagi saya dan juga masa depan yang entah bagaimanakedepannya.
Read more »»